Penerjemah : reireiss 

Source ENG : Jingle Translations 

Dukung kami melalui Trakteer agar terjemahan ini dan kami (penerjemah) terus hidup. 

Terima kasih~ 


Chapter 69.5 – Penyihir Aneh 5


[POV Delris]

Nenek, ada obat?

Aku menghela nafas saat dia berkata seperti itu sambil membuka pintu.

Pada awalnya dia penakut, tapi sekarang tanpa peduli Shinigami Merah ini dengan mudahnya datang ke tempatku sambil berkata seperti itu.

“Ada apa dengan sakit kepalamu. Kamu menggunakan kepalamu untuk apa?”

Belakangan, aku merasa rumah ini menjadi sangat hidup.

Meskipun ini adalah tempat yang tenang, yang belum pernah dikunjungi siapa pun sampai sekitar tiga bulan yang lalu. Saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Anehnya, aku tidak menganggapnya tidak menyenangkan.

Dengan enggan aku menyerahkan obat kepada pria yang mengerang, yang menderita sakit kepala hebat, dia mengucapkan terima kasih dan tanpa ragu meminumnya sekaligus.

Meskipun pada awalnya dia ragu-ragu, kini dengan sukarela dia memintanya sendiri.

Apa dia menjadi terbiasa dengan ini, atau apa sejak awal dia berani… Kurasa itu keduanya.

“Bukan. Ini mataku. Mata. Aku akan sakit kepala kalau menggunakannya secara berlebihan. Aku terlalu sering menggunakannya hari ini…”

Bahkan kini dia juga berbicara secara normal tentang keluarganya, padahal sebelumnya dengan keras kepala dia selalu menghindari topik itu.

Sejak menerima anak itu sebagai tuannya, pria ini benar-benar berubah.

“Ah, kamu membantu anak itu kabur dari Istana.

Saat aku mengangguk, pria itu tanpa bergerak menatapku.

"…Apa?"

Aku selalu bertanya-tanya, bagaimana nenek mengumpulkan informasi? Hal ini baru saja terjadi beberapa saat yang lalu. Normalnya nenek tidak akan tahu.”

Dengan mudah, aku menertawakan kata-kata itu.

Penyihir memiliki berbagai metode. Misalnya, melihat melalui mata yang familier… Seperti ini.

“Nah, bukan berarti aku mengetahu segalanya. Itu wajar, bukan?

Aku ingin menghindari masalah seperti itu.

Pada awalnya, aku merasa kalau akhir-akhir ini aku memiliki lalat yang familiar.

T/N : Maaf… Rei ga ngerti ini maksudnya apa. Udh coba cari tahu, tapi ga nemu apapun *shy

"Artinya, nenek mengkhawatirkan Putri."

Aku tertawa sedikit dari lubuk hatiku atas kata-kata itu.

Sungguh, dia baru menyadarinya sekarang.

Aku yakin, setidaknya aku peduli padanya sama seperti pria di depanku.

Meski begitu, aku tidak akan langsung mengatakannya. Itu adalah kebanggaan kecilku sebagai penyihir yang telah lama menjadi pembenci manusia.

“...Manisan yang dibuat oleh anak itu sangat indah.

"…Aku mengerti."

"Ya."

Saat kami sedang bertukar pikiran, pria itu menatapku seolah ingin mengatakan sesuatu.

Dia membuka dan menutup mulutnya beberapa kali, tapi akhirnya dia mengeluarkan kata-kata seperti dia mengambil keputusan.

“Nenek… Apa kamu tahu tentang 'Black'…?

Mendengar kata-kata itu, aku berpikir tentang itu, ya.

"'Black', ya. Mereka memang memiliki hubungan persaingan dengan 'Red'.”

Ketika aku menunjukkan pengetahuan yang kuperoleh di masa lalu, mata pria itu terbuka lebar.

“Jadi, kamu memiliki pengetahuan tentang keadaan guild negara lain. Baiklah, ini akan menjadi pembicaraan singkat. Ada orang yang memiliki julukan di sana, dan aku bertemu dengannya, 'Apostate Hitam'."

“Dia pembunuh yang sejajar denganmu, kan.

Ada dua pembunuh terkenal di Sahaja. Shinigami 'Merah' dan Apostate 'Hitam'.

Peringkat itu tidak berubah sejak beberapa tahun.

Dia menatapku dengan wajah serius.

“Kalau begitu, Nenek. Seandainya kamu tahu sesuatu tentang itu, tolong beritahu aku. Pekerjaan apa yang mereka miliki di sini? Apaitu hanya satu kali ini saja? Atau ada lebih dari ini?”

"Biar kulihat,"

Mudah untuk menjawab pertanyaannya. Motif lawan dan langkah masa depan mereka. Tentu saja aku mengetahuinya.

Tapi.

“Jika aku memberitahumu, masa depan akan berubah. Meski begitu, kamu tetap ingin tahu?”

"Ha? Apa yang kamu…"

“Kalau kamu mengetahuinya, maka masa depan yang seharusnya terjadi akan berubah. Artinya, masa depan anak itu, orang yang paling penting bagimu itu juga akan berubah... Apa kamu siap untuk mengambil tanggung jawab itu?

“…”

Setelah terdiam beberapa saat, pria itu berbicara sambil menggaruk pipinya.

"Maaf. Kalau begitu, tidak perlu."

“Apa, apa kamu tidak percaya diri untuk bertanggung jawab?”

Ketika aku mengatakan itu dengan penuh makna tersembunyi, pria itu menggelengkan kepalanya.

"Tidak, bukan seperti itu. Lain halnya jika itu melibatkan Putri yang juga adalah Tuanku. Aku lebih suka menyelidikinya sendiri."

"Hou."

Aku terkesan olehnya yang mengatakan itu dengan jelas.

Kalau itu hanya berupa saran, aku akan memberitahunya kalau dia ingin tahu, justru aku tidak menyangka dia akan mengatakan hal seperti itu. Bagaimanapun, setiap orang di sekitarnya (Lidi) dalam beberapa hal mereka unik dan menarik.

Tentu saja, begitu juga dengan Putra Mahkota.

“Lupakan pembicaraan ini. Tidak peduli apa yang terjadi, tidak masalah selama aku bisa melindungi Putri. Aku bersyukur karena mendapatkan hal baru… Ah, mungkin nenek sudah mengetahuinya, tapi Putri berkata dia akan datang berkunjung lain kali.

"Aku mengerti. Aku akan menunggu, sampaikan itu padanya."

"Dimengerti."

Pilihan untuk tidak mengandalkanku yang tampak sederhana tapi sebenarnya sulit. Terlebih dengan keberadaanku di dekatnya.

Dia melakukannya tanpa ragu, aku tersenyum lebar saat pria itu dengan mudah mengubah topik.

“Kamu masih punya waktu, kan? Bagaimana, apa kamu ingin minum teh yang enak?”

"Enak? Siapa yang bilang begitu. Teh nenek tidak pernah enak."

Aku berkata begitu karena aku sedang mood, tapi pria itu dengan jujur ​​meringis.

Ya, kurasa. Tidak mungkin teh herbal akan terasa enak.

"Begitukah? Ah, jangan berkata begitu sebelum kamu mencobanya. Lakukan saja dengan pelan-pelan."

“…Ah, baiklah kalau nenek berkata seperti itu.

Saat dia mengangguk dengan ketidakpastian, aku memberikan teh kepada pria yang duduk dengan patuh di kursi ini.

Beberapa detik setelah meminum teh herbal yang sangat pahit dengan efek memulihkan kekuatan magis, pria itu mencengkeram tenggorokannya dan batuk-batuk dengan keras.


***

Mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin membaca suatu novel tertentu tapi belum ada yang menerjemahkan novel tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.

Kami bisa menerjemahkan novel yang kalian inginkan tersebut melalui sistem Request Novel!

Jika kalian ingin me-request novel, silakan tulis judul atau beri tautan raw dari novel tersebut DI SINI!

***

Puas dengan hasil terjemahan kami?

Dukung SeiRei Translations dengan,


***


Previous | Table of Contents | Next


***

Apa pendapatmu tentang bab ini?