Penerjemah : reireiss 

Source ENG : Jingle Translations 

Dukung kami melalui Trakteer agar terjemahan ini dan kami (penerjemah) terus hidup. 

Terima kasih~ 


Chapter 58.3 - Manuver Rahasia Shinigami – Kelanjutan 1


[POV Cain]

“Oh... Bukankah ia benar-benar jatuh cinta...”

Duduk di pohon yang nyaman, aku mengawasi Putri.

Berkat penyelidikan tadi malam, peta Istana sudah ada di kepalaku.

Aku menunggu di dekat Gerbang Transfer, menunggu proses transfer, tampaknya akan segera dimulai.

Hee, luar biasa!!”

Ini pertama kalinya aku melihat gerbang transfer sebesar ini, sungguh spektakuler.

Ribuan orang akan ditransfer secara sekaligus di sini.

Dibandingkan dengan negara lain, ukuran Gerbang Transfer ini jelas tidaklah normal.

Fakta bahwa Komandan Divisi Penyihir yang mengoperasikannya sendirian juga mencengangkan.

Komandan Divisi Penyihir adalah orang yang bertanggung jawab atas Gerbang Transfer ini, bersama dengan Putra Mahkota, negara ini benar-benar tidak bisa dianggap enteng.

“Yah… Karena kita berada di pihak yang sama sekarang, jadi tidak apa-apa.”

Sebaliknya, aku menjadi lega karena kekuatan negara ini melebihi harapanku. Aku akan khawatir kalau negara ini lemah dan tidak bisa melindungi Putri.

Bagaimanapun, Tuanku akan menjadi Ratu negara ini dalam waktu dekat.

"Jadi itu Putra Mahkota..."

Rumor mengatakan kalau dia adalah Putra Mahkota yang 'Sempurna'. Ini pertama kalinya aku melihatnya, bahkan dari kejauhan aku sudah bisa merasakan kekuatannya.

Dari caranya berjalan, aku bisa mengetahui bahwa dia adalah orang yang terlatih. Dia benar-benar seorang tentara.

Tapi, yang paling menakjubkan…

“...Kekuatan magis yang luar biasa!”

Mau tak mau, aku merasa terkejut dengan kekuatan magis yang dimiliki Putra Mahkota.

Kekuatan magis yang mengalir dari tubuhnya terkonsentrasi hingga batas maksimalnya, dengan ini aku percaya bahwa dia bisa melawan sepuluh ribu orang sendirian.

Kekuatan sihirnya berbeda dari pria di sebelahnya, yang tampaknya adalah Komandan Divisi Penyihir.

Lagipula, itu pasti karena dia adalah Keluarga Kerajaan.

Komandan Divisi Sihir itu memiliki kesan yang sama seperti Putra Mahkota, mungkin itu adalah ciri khas dari Keluarga Kerajaan negeri ini.

Sambil menyimpulkan berbagai hal, aku terus mengamati keduanya.

Dia memeluk tuanku yang merupakan tunangannya, dan bahkan dari kejauhan, aku bisa tahu betapa bahagianya wajah Putra Mahkota.

Putri meresponnya dengan balas memeluk Putra Mahkota.

Hanya dengan melihat mereka, aku mengerti betapa beruntungnya pertunangan ini.

“Yah... Itu benar. Tidak mungkin Putri akan bertunangan dengan pria yang tidak ia sukai...”

Sebagai orang yang selalu mengikuti kata hatinya, tidak mungkin Putri mau mengikuti pernikahan begitu saja.

Melihat wajah Putri yang memerah karena senang saat dia membenamkan wajahnya ke dada Putra Mahkota, aku segera mengerti.

"Jika Putri dipaksa untuk menikah di luar keinginannya, aku bisa saja membawanya pergi dari sini. Tapi…"

Ya. Tidak apa-apa jika seperti ini.

Putri berkata itu berbeda, tapi bagi bangsawan, pernikahan dari perjodohan itu biasa.

Orang tua yang memutuskan siapa pasangan anaknya tanpa menghiraukan keinginan anaknya sendiri.

Tidak ada ruang untuk keinginan dari orang yang bersangkutan.

Bahkan pertunangan Putri juga diputuskan oleh orang tuanya.

Jadi, kalau aku melihat bahwa Putri tidak menginginkannya, aku mempertimbangkan untuk membawa Putri pergi.

Aku tidak perlu khawatir.”

Dengan senyum masam, aku melihat keduanya yang bermesraan tanpa mempedulikan sekitarnya.

Aku tidak memahami pendapat Putri tentang Putra Mahkota dari ceritanya, tapi setelah melihat ini aku bisa mengetahui bahwa mereka saling mencintai.

Dan dalam hal ini, itu bukan tempatku untuk melakukan apa pun.

Selama putri tersenyum, aku tidak akan keberatan.

"Dengan ini tidak ada masalah, bukan."

Aku melihat Putri yang dibawa pergi oleh Putra Mahkota, aku pun segera berdiri.

Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat tempat tinggal Keluarga Kerajaan.

Aku melihat ke arah di mana Putri pergi.

―――Sebaiknya aku menyelidikinya.

Aku tidak tahu ke mana Putri akan pergi.

Karena itu, diam-diam aku mengejar Putri.

***

Secara diam-diam, aku menyerbu tempat tinggal Keluarga Kerajaan dan seperti biasa bergerak bersembunyi di atas langit-langit.

Putri dan Putra Mahkota menghilang di ambang pintu. Aku langsung menyadari bahwa itu kamarnya.

Aku tidak berniat melihat mereka bermesraan di ruangan ini.

Itulah sebabnya aku berpikir untuk memeriksanya sebentar saja lalu kembali.

“…Cih!?”

Saat mereka memasuki ruangan, dengan panik aku langsung melompat menjauh dari segel penghalang yang tiba-tiba aktif.

Seketika seluruh ruangan itu dikelilingi oleh sebuah segel penghalang yang sangat kuat.

"Apa ini…"

Aku tercengang oleh penghalang yang sangat kuat, yang seperti mengatakan tidak ada yang akan lolos dariku.

Penghalang berpola jaring yang bersinar emas bukanlah sesuatu yang bisa didekati.

Begitu disentuh, si pengguna pasti akan merasakannya.

Selain itu, karena aku tidak tahu efek seperti apa yang dimiliki oleh penghalang ini, aku tidak bisa sembarangan mendekatinya.

“…Berbahaya.

Keringat dingin mengalir di tubuhku.

Kalau tadi aku tidak menyadarinya, aku akan terjebak dalam jaring itu. Kalau tidak, bisa-bisa keberadaanku akan langsung ketahuan.

"Tidak salah lagi… Ini dibuat oleh Putra Mahkota... Aku bersyukur, aku tidak menerima misi pembunuhan Keluarga Kerajaan Wilhelm…"

Spontan aku berkata.

Bagaimanapun, dengan keterampilanku, aku selalu menerima permintaan untuk membunuh Keluarga Kerajaan dari suatu negara.

Faktanya, aku memenuhi beberapa permintaan itu.

Namun, tidak peduli berapa banyak aku diminta, aku tidak pernah ingin menerima permintaan pembunuhan Putra Mahkota Wilhelm.

Bahkan aku tidak akan bisa mendekati kamarnya.

Aturan dasar untuk pembunuh bayaran adalah membidik pada saat target rentan.

Tentu saja, ada cara untuk menyerang di luar ruangan, tentunya aku tidak akan kalah.

Tapi, aku merasa kalau aku tidak bisa menang melawan Putra Mahkota Wilhelm secara langsung.

Bodoh sekali melawan Putra Mahkota yang bahkan bisa mengalahkan sepuluh ribu orang sendirian saja.

Kekuatan dari pembunuh bayaran adalah tepat dalam memilih tempat aksi. Itu adalah aturan yang tidak bisa diganggu gugat.

Jika itu tidak mungkin, tidak melakukan tugas adalah satu-satunya pilihan.

Kami adalah pembunuh profesional. Apa yang salah dengan mengutamakan hidup kita.

“...Yah, seperti ini tidak apa-apa bahkan tanpa melihat situasinya.

Memastikan untuk tidak terjebak dalam segel penghalang Putra Mahkota, diam-diam aku meninggalkan tempat itu.

Tidak ada yang bisa mendekati mereka ketika ada penghalang seperti itu.

“Ini akan menjadi tidak sopan untuk mengganggu mereka yang sedang bermesraan.

Bagaimanapun, hari ini adalah pesta perayaan kemenangan.

Karena mereka akan keluar pada saat itu, tidak masalah untuk menghabiskan waktu sebelumnya.

Berpikir seperti itu, aku kembali ke area umum.

Dengan mudah aku menghilang ke kerumunan dan menghapus kehadiranku.

Karena aku bisa memastikan keselamatan Putri, aku melunakkan kewaspadaanku. Tetapi kemudian…

"!?"

Aku merasakan rasa haus darah yang menusuk. Rasa haus darah yang familier. Karakteristik seorang pembunuh.

Spontan aku melihat ke belakang.

Namun, tidak ada orang yang mencurigakan di sana.

Rasa haus darah yang seharusnya kurasakan sesaat, kini sudah lenyap.

“Apakah ini imajinasiku…?”

Aku mengerti bahwa bukan itu masalahnya

Keringat dingin mengalir di tubuhkuYa, aku yakin.

Itu adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat terampil.

“…Cih!

Aku mendecakkan lidahku dan sekali lagi fokus pada sekelilingku.

Ini bukan waktunya untuk melamun. Aku harus segera menemukan dan menghadapinya.

Aku tidak tahu siapa yang mungkin menjadi targetnya.

Saat mengamati sekeliling dengan hati-hati dan dengan ketidaksabaran, aku mendengar suara logam jatuh ke lantai.

Kemudian aku melihat pria berwajah mulia yang berjalan melewatiku, secara naluriah aku mengalihkan perhatianku ke lantai.

"!?"

Aku membuka mataku lebar-lebar, merasa heran.

Yang jatuh ke lantai adalah sebuah rosario dengan salib perak.

Ini bukan salib biasa… Ini adalah salib terbalik.

Hanya ada satu orang yang memiliki benda ini.

“A… Apostate

Sambil bergumam aku mengikuti pria yang baru saja lewat itu. Aku merasa kalau dia memberiku pandangan sekilas.

“…Cih! …Sial!

Dengan tergesa-gesa aku mengambil rosario dari lantai dan mengejar pria itu.

Tidak diragukan lagi, pria ini adalah 'Apostate Hitam'.

Serikat 'Black' yang semalam beberapa anggotanya aku habisi.

Saat kewaspadaanku menurun, tanpa kusadari dia mendekatiku dan menunjukkan item karakteristiknya ini.

Dia sengaja mengatakan bahwa dia adalah 'Apostate Hitam'.

“Apa yang kamu rencanakan…”

Dan kenapa kamu disini.

Aku menggertakkan gigiku pada sikapnya yang mengatakan untuk mengikutinya.

Ini mungkin jebakan. Tapi, aku tidak punya pilihan selain pergi mengikutinya.

“Apa kamu tahu kenapa aku mendapatkan julukan itu? Aku akan membuatmu mengatakan segalanya.”

Dia pasti tahu apa yang terjadi tadi malam.

Dan dia mengetahui tentang aku. Kalau tidak, dia tidak akan bertindak seperti ini.

Aku pun bergumam dengan suara rendah.

"...Tidak peduli apa, aku tidak akan membiarkannya menyentuh Putri."

***

Tempat di mana tidak ada seorang pun, yakni bagian belakang Istana. Tempat di mana pepohonan tumbuh lebat, pria itu berbalik.

Pria berwajah baby face, mata kucing, dan memakai pakaian bangsawan tingkat rendah biasa.

Rambut hitam lurus kebiruan mencapai bahunya.

Dari penampilannya, dia terlihat seperti pria feminis biasa. Tapi aku merasakannya…

Orang ini kuat. Bukan kekuatan yang seperti Putra Mahkota, melainkan kekuatan yang sama sepertiku.

“…Kau adalah 'Apostate Hitam'?”

Saat aku bertanya dengan penuh keyakinan, pria itu berbalik dan dia berbicara.

"Hah? Kupikir aku belum memperkenalkan diriku, tapi kau sudah mengetahuinya?"

Tindakannya yang jelas terlihat seperti berpura-pura itu membuatku marah.

Kata-katanya itu… Tampaknya dia benar-benar meremehkanku.


***

Mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin membaca suatu novel tertentu tapi belum ada yang menerjemahkan novel tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.

Kami bisa menerjemahkan novel yang kalian inginkan tersebut melalui sistem Request Novel!

Jika kalian ingin me-request novel, silakan tulis judul atau beri tautan raw dari novel tersebut DI SINI!

***

Puas dengan hasil terjemahan kami?

Dukung SeiRei Translations dengan,


***


Previous | Table of Contents | Next


***

Apa pendapatmu tentang bab ini?