Penerjemah : reireiss 

Source ENG : Jingle Translations 

Dukung kami melalui Trakteer agar terjemahan ini dan kami (penerjemah) terus hidup. 

Terima kasih~ 


Chapter 37.1 - Konflik Teman Masa Kecil 2


[POV Will]


Dia terlihat sangat cantik dalam Upacara Pertunangan; aku bertanya-tanya kenapa bukan aku yang berada di sampingnya saat ini? Semua ini membuatku bersedih.

***

Tidak peduli seberapa besar aku bersedih, pagi tetap datang.

Menghadiri Upacara Pertunangan Putra Mahkota adalah tugas dari orang yang bekerja untuk Negeri ini.

Aku menyeret tubuhku yang berat, menuju ke aula utama.

Lidi, yang dipimpin oleh Perdana Menteri, dengan anggun berjalan ke arah Putra Mahkota dan Yang Mulia Raja.

Di tengah jalan, aku merasa kalau tatapan kami terhubung untuk sesaat, tapi mungkin itu hanya imajinasiku.

Upacara Pertunangan dimulai dan Putra Mahkota berlutut di depan Lidi.

Aku selalu berpikir bahwa aku akan menjadi orang yang suatu hari nanti bisa melamar Lidi, tetapi aku tidak pernah membayangkan bahwa Putra Mahkota adalah orang yang merampas semua itu dariku.

Aku merasa jengkel dengan ketidakmampuanku untuk melakukan apa pun selain melihat semua ini.

Putra Mahkota mengucapkan janji pertunangan. Saat ia menambahkan janji pertunangan dengan kata-katanya sendiri, aku menyadari bahwa beliau serius dengan Lidi.

Aku ingin pura-pura tidak tahu dengan semua ini. Mata Putra Mahkota menunjukkan rasa kasih sayang dan begitu juga dengan orang yang ada di pantulan mata Putra Mahkota, ia memiliki ekspresi yang indah.

Fakta yang mengatakan bahwa tidak ada celah dalam hubungan keduanya, membuatku tersadar bahwa aku tidak bisa melakukan apapun.

Upacara berakhir dengan aman dan Putra Mahkota tersenyum senang, lalu ia mengawal Lidi yang wajahnya memerah untuk pergi.

Pasangan yang meninggalkan aula ini terlihat seperti pasangan yang saling mencintai, tidak peduli bagaimana kau melihatnya. Aku tidak tahan dengan pemandangan seperti itu, jadi aku mengalihkan pandanganku.

Saat aku kembali ke kamarku di menara, aku menjatuhkan diriku di meja.

Aku tidak bisa melihat kebersamaan mereka seperti itu. Itu sangatlah menyakitkan.

Hal yang paling kuinginkan selama bertahun-tahun telah lenyap sepenuhnya, dan semua ini membuat kuingin menangis.

Di dalam kesadaranku yang goyah, satu-satunya yang bisa kuingat adalah wajah Lidi.

Setelah itu, aku bahkan tidak bisa mengingat bagaimana aku menghabiskan sisa hari itu.

Saat aku tersadar, hari sudah berlalu dan aku harus kembali bekerja seperti biasanya.

Aku melirik jam yang tergantung di dinding dan bangun dengan panik.

Ini adalah waktu di mana pemeliharaan ‘Gerbang Transfer’ dilakukan.

T/N : portal transportasi milik Divisi Sihir yang bisa membuat orang dalam jumlah banyak melakukan teleport ke suatu tempat.

Aku segera meninggalkan kamarku dan menuju ke arah gerbang (transfer).

Saat aku berjalan di lorong, aku mendengar para bawahanku membicarakan sesuatu.

"Itu sebabnya, Putra Mahkota......"

"Itu bohong, kan? Kemarin adalah upacara pertunangan......"

Kata-kata yang mereka ucapkan menarik perhatianku, dan saat aku menyadarinya, aku sudah memanggil mereka.

"Hei, apa yang kalian bicarakan?"

"Kapten William. Tidak, kami sedang mendiskusikan Putra Mahkota yang membawa seorang wanita ke kamar pribadinya kemarin......"

"......Putra Mahkota melakukannya? Siapa perempuan itu?"

"Emm... Kami tidak mengetahuinya......"

Setelah aku mendengarnya, kemarahan langsung muncul di dalam diriku.

Aku tidak berpikir kalau wanita yang dimaksud itu adalah Lidi.

Karena setelah Upacara Pertunangan kemarin berakhir, seharusnya Lidi langsung pulang ke rumahnya karena dia tidak punya hal lain yang harus dilakukan.

Aku terkejut dengan apa yang Putra Mahkota lakukan, aku tidak bisa menghentikan amarahku.

Setelah mengambilnya (Lidi) dariku, dia meninggalkannya untuk tidur dengan wanita lain. Putra Mahkota, apa kau hanya mempermainkan Lidi?

Aku benar-benar tidak bisa memaafkan itu. Amarahku memuncak.

"Kapten?"

Aku bahkan tidak bisa mendengar kata-kata bawahanku.

Aku ingin berbicara dengan Putra Mahkota.

Aku mempercepat langkahku, aku berjalan ke kantor Putra Mahkota dengan kemarahan di dalam diriku.

Dalam perjalanan, aku menghentikan kakiku saat aku melihat punggung yang familier. Refleks aku memanggilnya.

"Lidi?"

Ternyata benar, wanita ini adalah Lidi. Tapi, dia memakai gaun yang berbeda dari yang dia pakai kemarin.

Aku merasa itu aneh, terlebih aku melihat bekas memar merah di berbagai tempat di bagian bawah lehernya.

"......!!"

Tidak butuh waktu lama bagiku untuk menyadari bahwa itu adalah ‘tanda’ dari seseorang.

Kejutan itu membuatku membeku untuk sesaat.

Tampaknya Lidi tidak menyadari ‘tanda’ itu, dia hanya memohon kepadaku untuk membawanya pulang.

Mendengar kata-katanya, dia terdengar seperti dia tidak bisa pergi dari sini. Aku pun teringat dengan percakapan bawahanku tadi.

Putra Mahkota membawa seorang wanita ke kamar pribadinya.

Lidi memakai pakaian berbeda dari yang ia pakai kemarin da saat ini dia bilang kalau dia ingin pulang.

Lalu, ‘tanda-tanda’ di lehernya itu.

Semua itu menunjuk ke satu jawaban, dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan selanjutnya.

Meski begitu, tidak ada indikasi emosi yang suram dalam dirinya (Lidi).

Dia bersikap seperti biasanya, saat aku melihatnya yang tersenyum lebar, aku mengerti bahwa... Setidaknya, ‘itu’ adalah ‘hubungan’ suka sama suka.

Karena dia bilang ingin pulang, aku mengirim kereta kuda kediamanku untuk mengantarnya, tapi aku tidak ikut dengannya.

Karena aku tidak tahan melihat ‘tanda-tanda’ yang Putra Mahkota tinggalkan.

Saat kereta kuda berjalan jauh, aku menghela nafas dan kembali ke Istana untuk bekerja.

Amarahku terhadap Putra Mahkota telah hilang.

Akhirnya, aku pun berjalan tanpa pikiran.

Kemudian aku melihat Kepala Pelayan Wanita yang kebingungan.

Dia seperti sedang mencari seseorang.

Mungkin... Lidi lari.... Dari Putra Mahkota.

Kemungkinan... Putra Mahkota tidak ingin Lidi kembali ke kediamannya, jadi beliau tidak membiarkan Lidi pergi.

Kurasa aku mengerti kenapa Kepala Pelayan Wanita itu kebingungan.

Aku tersenyum dengan kelakuan Lidi yang seperti ini. Aku pun segera memanggil Kepala Pelayan Wanita itu.

Sebagai orang yang mengirim Lidi pergi ke kediamannya, aku harus bertanggung jawab.

"Kepala Pelayan, Nona Grimm."

"...!! Ah... William-sama. Tolong maafkan ketidaksopanan saya."

Kepala Pelayan itu dengan cepat menundukkan kepalanya. Sebagai tanggapan, aku berkata kepadanya untuk mengangkat kepalanya.

Kemudian aku memberitahunya.

"Jika kamu mencari Lidi, aku sudah mengirimnya pulang. Dia bilang, dia ingin pulang."

Kepala Pelayan terkejut dengan kata-kataku.

"Putri melakukannya......? Hal seperti itu... Seharusnya saat ini beliau kesulitan untuk bergerak......"

"Jika itu adalah Lidi, maka hal itu sudah tidak aneh, dia adalah orang yang sangat lincah. Kalau kau tidak mau dia pergi, maka kau harus terus memperhatikannya. Kelakuannya tidak bisa dipikirkan dengan akal sehat."

"!! ......Terima kasih banyak."

Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi, Kepala Pelayan pergi dengan langkah cepat, kemungkinan pergi untuk melaporkan informasi ini.

Apa yang akan Putra Mahkota lakukan setelah mengetahui hal ini, aku tidak memedulikannya.

Jika dia (Lidi) memintaku untuk menolongnya, aku akan selalu membantunya.

Tidak peduli apa yang akan orang-orang katakan, aku akan terus berada di pihaknya (Lidi).

Saat aku menyadari hal sederhana itu, tubuhku terasa seperti kehilangan kekuatannya.

----Benar. Inilah yang terbaik untukku.

Bisa menolong Lidi adalah kebahagiaan tersendiri bagiku. Itulah yang kurasakan sejak dulu.

Jika itu masalahnya, maka aku akan terus melakukannya.

Aku tidak perlu melakukan hal yang berbeda dari hal yang sudah biasa aku lakukan.

Untuk saat ini, aku memutuskan untuk mengompromi perasaanku dan mengangkat wajahku, menatap ke depan.


***

Mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin membaca suatu novel tertentu tapi belum ada yang menerjemahkan novel tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.

Kami bisa menerjemahkan novel yang kalian inginkan tersebut melalui sistem Request Novel!

Jika kalian ingin me-request novel, silakan tulis judul atau beri tautan raw dari novel tersebut DI SINI!

***

Puas dengan hasil terjemahan kami?

Dukung SeiRei Translations dengan,


***


Previous | Table of Contents | Next


***

Apa pendapatmu tentang bab ini?