Penerjemah : reireiss 

Source ENG : Jingle Translations 

Dukung kami melalui Trakteer agar terjemahan ini dan kami (penerjemah) terus hidup. 

Terima kasih~ 


Chapter 31.5 - Konflik Teman Masa Kecil 1



[POV Will]

"Aku tidak ingin menikah...."

"Lidi?"

Saat ini aku sedang dalam perjalanan mengantarkan Lidi untuk kembali ke kediamannya setelah aku menemaninya untuk datang ke pesta pertamanya, di pesta itu aku bertindak sebagai pasangannya.

Kami duduk di dalam kereta kuda yang nyaman, Lidi bergumam, merasa lelah.

“Sepertinya ayah masih belum menyerah juga. Ini sangat tidak menyenangkan....”

Mendengar kata-kata itu, hanya ada satu hal yang bisa terpikirkan olehku.

"Belum menyerah juga...? Apakah itu tentang pertunanganmu dengan Yang Mulia Putra Mahkota?"

"Iya..."

Aku bertanya tanpa ekspresi. Dia tampak seperti muak dengan pembicaraan mengenai pertunangannya dengan Yang Mulia Putra Mahkota.

Dia ini adalah satu-satunya perempuan yang ada di hatiku, dia juga orang yang selalu ada di pikiranku, aku tidak bisa lepas darinya.

Hanya di hadapannya saja, aku selalu menjadi gugup, aku menjadi kesulitan untuk berbicara dan bahkan tidak bisa berekspresi dengan baik.

Aku menyadari bahwa mentalku lemah setiap kali berada di dekatnya, dan itu adalah masalah terbesarku.

Meski begitu, aku tidak ingin dia melihat wajah bodohku setiap kali dia ada di dekatku.

Jadi, aku mengeraskan otot-otot di wajahku, berusaha membuat diriku menjadi tidak berekspresi. Tanpa kusadari, dia menganggap wajahku yang seperti ini adalah satu kewajaran.

Aku di sini.

Hanya dengan kata-kata itu saja. Jika saja aku bisa mengatakannya, semuanya pasti akan menjadi lebih baik.

Tapi baginya... Aku ini hanyalah pria yang berada di luar penglihatannya.

T/N : So saddd

.•´¯`(>▂<)´¯`•.

“Bahkan hari ini, hampir saja aku akan bertemu dengan Yang Mulia Putra Mahkota. Syukurlah aku segera menyadarinya dan langsung pergi. Kalau aku tidak melakukannya, mungkin saja saat ini akan terjadi pertemuan yang penuh gairah."

Aku bisa melihat tubuh Lidi menggigil memikirkan kejadian yang menurutnya tidak menyenangkan itu, aku tidak memiliki kata-kata yang bisa membalas perkataannya.

Sebaliknya, aku merasa agak menyesal karena mengatakan sesuatu mengenai Yang Mulia Putra Mahkota.

"Jangan katakan sesuatu seperti itu... Yang Mulia Putra Mahkota adalah orang yang luar biasa."

"Putra Mahkota yang Sempurna, kan? Bagiku itu terdengar seperti sebuah kebohongan.”

Meski Lidi langsung membalas perkataanku tanpa ragu, tapi aku merasa kalau dia menjadi tertarik karena komentarku mengenai Yang Mulia Putra Mahkota.

Tampaknya... Aku telah menggali kuburanku sendiri, aku menjadi benci terhadap diriku sendiri.

T/N : menggali kuburanku sendiri = melakukan tindakan ceroboh yang merugikan diri sendiri.

"Kalau seperti ini, maka mungkin aku harus cepat mendapatkan kekasih."

Aku terkejut dengan apa yang dia ucapkan dengan suara yang kecil.

Meski aku terus mempertahankan wajah tanpa ekspresi, tapi sepertinya aku masih bisa mengeluarkan keterkejutanku. Saat dia menatapku, dia tersenyum dan berkata bahwa itu hanyalah sebuah lelucon.

"Seperti yang kuduga, ini bahkan belum terlalu malam. Ayo kita bicara sedikit lebih lama. lagi–."

Saat mendengar kata-katanya yang sebelumnya itu, yang ada di pikiranku adalah ‘jangan pernah mengatakan hal seperti itu sebagai lelucon’. Tapi aku tetap tidak bisa mengatakan apa-apa.

‘Kekasih...’

Kata itu membuat dadaku merasa sakit.

Kau tidak perlu menikah dengan Keluarga Kerajaan lagi.

Tunggulah sebentar lagi.

Aku pasti akan membujuk ayahku lalu setelah itu aku akan langsung melamarmu. Jadi tolong biarkan kursi sebagai priamu itu kosong untukku.

Meski aku tidak mengatakan kata-kata yang ingin kukatakan kepadanya, tapi sudah merasa tenang dengan itu.

Di dalam hatiku, aku sudah mengatakan semua perasaanku kepadanya berkali-kali.

Berkali-kali aku terus berkata ‘Aku mencintaimu’.

Namun dalam kenyataannya.

"...Jangan melakukan hal yang tidak masuk akal."

Itulah kata-kata terbaik yang bisa kukatakan kepadanya.

T/N : Aku tidak mengerti pemikiranmu, bang. Greget tiap POV lu. Wkwk

(╯°□°)╯︵ ┻━┻


***

Mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin membaca suatu novel tertentu tapi belum ada yang menerjemahkan novel tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.

Kami bisa menerjemahkan novel yang kalian inginkan tersebut melalui sistem Request Novel!

Jika kalian ingin me-request novel, silakan tulis judul atau beri tautan raw dari novel tersebut DI SINI!

***

Puas dengan hasil terjemahan kami?

Dukung SeiRei Translations dengan,


***





***

Apa pendapatmu tentang bab ini?