Penerjemah : reireiss 

Source ENG : Jingle Translations 

Dukung kami melalui Trakteer agar terjemahan ini dan kami (penerjemah) terus hidup. 

Terima kasih~ 


Chapter 57 – Dia dan Alasan


[POV Lidi]

Ini tembakan Parthia…

Mendengarkan cerita Freed tentang perang melawan Tarim, aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku.

Taktik yang digunakan Tarim saat mundur dari medan perang terlalu mirip dengan taktik kuno yang pernah kudengar.

―――Tembakan Parthia.

Itu adalah taktik mundur dari suku nomaden yang keunggulannya adalah memanah sambil menunggang kuda.

Itu adalah taktik yang dipopulerkan oleh Kekaisaran Parthia kuno, aku ingat pernah mendengarnya di masa lalu... Tentu saja, di kehidupanku yang sebelumnya.

Aku menarik ujung baju Freed dengan tangan gemetar.

“Freed, apa ini pertama kalinya Tarim menggunakan taktik itu?”

"Iya. Sampai sekarang mereka jarang menggunakan taktik, tapi tiba-tiba saja mereka terorganisir dengan sangat baik. Meskipun semuanya baik-baik saja karena aku menyadarinya, jika tanggapannya tertunda, kerusakannya akan sangat besar."

Dengan keringat dingin, aku menarik napas dan mengganggu Freed untuk mendapatkan jawaban darinya.

“Apa taktik ini punya nama?”

“Tidak, ini pertama kalinya aku melihat pergerakan prajurit yang seperti itu, kurasa itu taktik baru.”

"Aku mengerti..."

“Apa ada sesuatu tentang itu?”

“Tidak, aku hanya ingin tahu sedikit.”

Aku punya firasat. Dan itu tidak bagus.

Tarim tiba-tiba menggunakan taktik yang tidak mereka gunakan sampai sekarang.

Dan itu adalah 'tembakan Parthia' yang kuketahui.

Dan faktanya, pengetahuan ini belum dikenal di dunia ini.

Yang berarti–––

Aku tidak benar-benar ingin mempertimbangkan kemungkinan ini, tetapi aku merasa kalau aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

"Siapa ahli strategi dari Tarim? Apa kamu tahu?”

Kupikir mungkin Freed tidak akan menjawabnya karena itu adalah rahasia militer, tapi ternyata setelah aku bertanya, tak terduga Freed langsung menjawabnya.

“Aku juga khawatir mengenai hal itu, aku segera meminta Will untuk menyelidikinya. Tapi, dia tidak bisa menemukan si ahli strategi itu. Mungkin saja si ahli strategi adalah orang baru dalam militer Tarim. Ini adalah pertama kalinya, aku melihat Tarim bergerak seperti ini.”

"Begitu, si ahli strategi itu tidak bisa ditemukan..."

Mendengar itu, aku menekan tanganku ke dada dengan kuat.

Alangkah baiknya jika itu hanyalah imajinasiku saja.

Aku memiliki dugaan bahwa ada orang yang bereinkarnasi ke dunia ini selain diriku.

Selain itu, orang itu memiliki pengetahuan dan mungkin saja, orang itu berada di pihak musuh.

Bahkan disebut sebagai lelucon pun, hal ini tidaklah lucu.

Tentu saja, ada kemungkinan kalau ini hanyalah kecemasan yang tidak perlu. Jika dipikir secara normal, itu lebih mungkin.

Dalam masa apapun, pasti ada orang-orang yang unggul. Mungkin, di masa ini, ada orang jenius yang terlahir di Tarim.

Tetap saja, aku tidak bisa menyingkirkan firasat tidak menyenangkan ini―――

“...Freed, berhati-hatilah dengan Tarim.”

“Lidi?”

Ketika aku mengatakannya sambil menatap matanya dengan wajah serius, Freed mengelus rambutku dan tertawa tanpa rasa takut.

"Tentu saja. Aku tidak akan ceroboh. Sisi yang tenang selalu memenangkan perang."

"Iya."

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku hanya bisa mengangguk.

Untuk saat ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada bukti.

Tidak ada yang lain selain menyimpannya untuk beberapa waktu. Setelah memutuskan itu, aku berbicara dengan Freed seolah-olah tidak ada yang terjadi.

“Meski begitu, apa tidak apa-apa? Memberitahuku detail tentang perang.”

Freed mengatakan tentang peperangan dengan Tarim kepadaku, bahkan dengan detail. Aku memang bilang kalau aku ingin mendengarnya, tapi aku tidak menyangka dia akan mengatakannya kepadaku sebanyak ini.

Freed menatapku dengan curiga.

“Karena Lidi akan menjadi istriku, tidak ada yang tidak bisa kamu ketahui. Sebaliknya, ada banyak hal yang perlu kamu pelajar.”

Sambil membelit rambutku di sekitar jarinya, dia menjawab dengan lembut.

“Apa ada hal lain yang ingin kamu dengar?”

“Nn? Ah... Itu benar.”

Aku jadi teringat...

Delris memberiku sesuatu.

"Freed?"

"Apa?"

“Ya, makan ini.”

Masih di pangkuan Freed, aku menepuk tanganku dan mengambil beberapa pil merah muda dari saku bajuku. Aku memberikannya kepada Freed yang tampak kebingungan.

Freed memiringkan kepalanya saat melihat obat berguling di telapak tangannya.

“Ini adalah?”

"Kata Delris, ini adalah obat yang dicari olehmu."

"Hah?"

Ketika aku menjawab pertanyaannya dengan singkat, Freed menatap pil itu tanpa berkedip.

“Ini pil Penyihir Delris?”

“Iya. Aku mendapatkannya ketika aku pergi untuk main ke rumahnya, tetapi aku lupa memberikannya kepada Freed. Ah... Delris mengatakan sebaiknya berhati-hati menggunakannya karena ada beberapa efek samping. Tapi Delris juga berkata kalau mungkin obat ini sudah tidak diperlukan lagi.”

Ketika aku mengatakan kepada Freed apa saja yang Delris katakan, Freed membuat wajah yang tercengang.

Hm... Wajah itu... Kurasa itu sedikit imut.

“Kamu bilang ‘main ke rumahnya’?”

“Iya... Delris adalah temanku.”

Mendengar itu, Freed diliputi keterkejutan.

Hah? Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh?

“Teman? Dengan Penyihir Delris?”

“...Apa itu aneh?”

Saat aku menanyakannya dengan cemas, Freed secara samar-samar berkata "Tidak..."

“Bukan seperti itu. Tapi mungkin... Lidi, kamu bisa menemui Penyihir Delris dengan bebas?”

“Aku bisa, tapi...”

"Itu... Kamu mendapatkannya bukan karena membelinya, tapi karena penyihir itu memberikannya kepadamu?"

“Ya, jadi jangan khawatir tentang uang. Ah... Benar. Aku hanya mendapatkannya sebanyak satu botol pil, kalau perlu aku akan mendapatkan lebih banyak, oke?”

Sambil memelukku erat dengan satu tangan, dia menatap pil-pil itu dengan tajam.

Freed menekan dahinya dan menggelengkan kepalanya seolah menyangkal sesuatu.

“...Itu bohong, kan? ...Semudah itu...?”

"Freed?"

Terkejut, Freed menghela nafas panjang dan mendesah lemah.

“Tidak, maaf. Aku sedikit terkejut. Sungguh Lidi, kamu mengejutkan. Tentu saja, aku pernah mendengarnya saat kamu mendapatkan Obat Rahasia Delris, tapi aku tidak pernah menyangka kalau kalian akan menjadi teman.”

Dia adalah penyihir yang terkenal dengan misantropi, Freed bergumam tak percaya.

T/N : misantropi = benci manusia

“Meski tidak ada yang melihatnya selama bertahun-tahun. Aku mencarinya dengan serius. Tapi aku tetap tidak bisa menemukannya.”

“Ah... Iya. Delris memang tidak ingin terlalu banyak bertemu orang. Itu sebabnya, maaf. Aku tidak bisa memberitahumu di mana Delris tinggal.”

Sejak Delris memberiku obat, dia pasti tidak keberatan kalau keberadaannya diketahui, tapi yang pasti, dia tidak ingin keberadaannya menyebar.

Dengan perasaan seperti itu aku memperingatkan Freed yang saat ini menggelengkan kepalanya dengan ringan.

“Tidak, tidak apa-apa. Penyihir Delris terkenal dengan misantropi. Selain itu, obat yang Lidi berikan ini, seperti yang dikatakan sang Penyihir Delris, aku tidak membutuhkannya lagi.”

"Begitukah? Memangnya ini obat apa?"

Karena aku penasaran, jadi aku memberanikan diri untuk menanyakannya.

Aku menatap pil di tangan Freed.

Melihat keingintahuanku, Freed membuat ekspresi yang misterius.

“Eh? Kamu belum mendengarnya dari sang Penyihir?”

“Iya, Delris juga berkata kalau Freed punya alasan untuk pergi ke Pesta Malam, hanya itu saja yang dia katakan padaku.”

Ketika aku mengatakan itu, Freed mengangguk sebagai penegasan.

“Seperti yang diharapkan dari sang Penyihir. Dia benar-benar memahami diriku. Benar, aku juga sudah berjanji pada Alex, jadi inilah saat yang tepat untuk menjelaskan tentang diriku.”

"Berjanji pada kakak?"

"Iya. Alex menyuruhku menjelaskan kepada Lidi kenapa aku berpartisipasi dalam pesta topeng.”

"Tapi aku tidak terlalu peduli."

Saat aku mengatakan itu, ekspresi di wajah Freed menjadi terlihat rumit.

“Saat seseorang mengatakan kalau dia tidak peduli akan sesuatu, biasanya aku akan merasa terluka dengan itu. Tapi, dalam untuk Lidi, aku tidak keberatan dengan itu.”

"Hmm... Kalau aku peduli dengan semua yang terjadi saat kita bertemu waktu itu, aku merasa seperti aku akan membebani diriku sendiri."

Tidak apa-apa untuk tidak membicarakan hal-hal yang tidak kamu inginkan.

Aku juga sama sekali tidak ingin mengungkapkan apapun tentang kehidupanku yang sebelumnya.

Karena aku yakin, aku akan dilihat sebagai orang yang mengerikan.

Setelah aku berbicara, diam-diam Freed bergumam.

“Dan lagi, itu hal yang sangat Lidi sekali untuk dikatakan. Kalau begitu, akankah kita segera mengatasinya. Kalau kamu menemukan sesuatu yang menarik keingintahuanmu, silakan bertanya saja. Aku akan menjelaskannya secara detail.”

"Ya, aku mengerti."

Saat aku mengangguk, Freed mengambil pil itu.

Dia berbicara sambil menunjukkannya padaku.

“Sederhananya, ini adalah obat yang menekan lib*do. Aku mencari Penyihir Delris untuk mendapatkannya.”

“Ah...”

Mendengarkan kata-katanya, aku menatap pil itu.

Lalu, bertanya-tanya.

Tentu saja, Freed tidak ada bandingannya, tetapi apa itu alasan yang cukup untuk membutuhkan obat ini?

Aku mengerutkan keningku karena tidak memahami alasan Freed, lalu... “Kamu mungkin tidak mengerti dengan itu.” Freed kembali berbicara.

“Para lelaki dari Keluarga Kerajaan semuanya dilahirkan dengan kekuatan magis dan lib*do yang tinggi. Tapi... Bahkan di antara mereka, aku memiliki kekuatan yang luar biasa...”

Menurut cerita Freed, kekuatan magis dan lib*donya meningkat pesat sejak tahun lalu.

Terlepas dari keyakinannya dalam mengendalikan kekuatan magis, peningkatan lib*do membuatnya sulit untuk berkonsentrasi, dan akhirnya menjadi sulit untuk mengontrol kekuatan magis selama pertempuran.

Saat berbicara, Freed memiliki ekspresi seperti dia mengalami kesulitan.

“...Seperti yang kuduga, menurutku itu bermasalah. Jadi aku mencari Penyihir Delris yang konon memiliki obat untuk lib*doku.”

Tentu saja itu akan menjadi masalah bagi seseorang yang berada di garis depan peperangan.

Aku tidak tahu kalau dia ingin menekan lib*donya agar bisa mengontrol kekuatan magisnya.

Jadi begitu, itulah sebabnya dia mencari Delris.

“Tapi, kamu tidak bisa menemukannya, kan? Lalu bagaimana? Tidakkah kamu berada dalam masalah?”

Mendengar ceritanya, aku bisa merasa kalau dia sudah berada di ujung tanduk.

Kalau dia tidak bisa menemukan Delris, maka dia harus mengambil tindakan lain. Jadi aku ingin tahu apa yang dia lakukan.

Freed mengalihkan pandangannya dan merasa sulit untuk berbicara. Kemudian dia mengatakannya sambil meringis.

“Kamu tahu... Ini adalah cerita yang sedikit memalukan, tapi aku tidak bisa menekan lib*doku sendiri. Setelah khawatir tanpa henti, pada akhirnya aku menyamar dan berpartisipasi di Pesta Malam.”

“Lalu... Di sana aku bertemu denganmu,” Freed selesai bercerita.

“Tidak bisa menekannya... Freed, bukankah laki-laki biasanya menjadi ‘tenang’ setelah ‘keluar’?”

Bukankah itu pepatah umum bahwa itu adalah fenomena fisiologis bagi pria.

Ketika aku mengatakan tentang keraguanku, Freed tersenyum pahit.

“Itu tidak berhasil. Alasannya tidak bisa dikatakan kepada publik. Aku juga belum menceritakan ini pada Alex, tapi Lidi, apa kamu tahu cerita tentang berdirinya negara ini?”

“Umm... Tentang Dewa Perang yang mendirikan negara ini?”

Itu adalah dongeng yang diketahui oleh semua orang. Negara ini dibuat oleh Seorang Dewa, ini adalah salah satu legenda yang populer.

"Benar. Dewa Perang itu juga dikenal sebagai Dewa Naga, ia jatuh cinta dengan seorang gadis manusia dan mendirikan negara ini, itu adalah kisah di mana Dewa itu menjadi manusia untuk menikahi seorang gadis."

"Hm... Lalu?"

Dengan mudah aku bisa mengikuti legenda yang Freed ceritakan secara singkat.

Lalu, Freed melanjutkan cerita dengan wajah serius.

“Sepertinya Alex menyadarinya hal itu, legenda ini benar-benar terjadi.”

"Heee? Tidak mungkin..."

Spontan aku menyangkal kata-kata Freed.

Jika itu benar, maka Dewa benar-benar ada. Dan itu luar biasa, Dewa bisa menjadi manusia.

Melihat keterkejutanku, Freed kembali melanjutkan ceritanya.

“Kami para pria dari Keluarga Kerajaan mewarisi darah ini. Dan, kekuatan yang terkandung dalam darah ini bukanlah kekuatan magis. Tapi di hadapan publik kami menyebutnya sebagai kekuatan magis agar kami tidak terekspos. Pada kenyataannya, kekuatan kami adalah kekuatan Dewa... Kekuatan ilahi."

Tiba-tiba tatapanku menjadi kosong. Freed meletakkan jari di bibirku dan memberitahuku bahwa itu adalah rahasia terbesar dan yang paling penting dari Keluarga Kerajaan. Hoi... Kamu mengatakannya kepadaku dengan sangat mudah!!

“Masalahnya terus berlanjut dari Sang Pendiri itu, meski ia telah menjadi manusia, sayangnya kekuatan dewanya tidak menghilang. Dan kekuatan itu berlanjut ke garis keturunannya. Lalu masalahnya, keberadaan kekuatan dewa di dalam tubuh manusia itu sulit untuk dikendalikan. Jika tidak segera diambil tindakan, maka kekuatan itu akan menjadi tidak terkendali.”

Untuk mencegah kekuatan itu lepas kendali, Raja Pendiri membuat 'Bunga Raja', kata Freed.

"'Bunga Raja' adalah teknik rahasia yang menghubungkan pasanganmu dengan dirimu sendiri. Dengan memberikan 'Bunga Raja', pasangan itu bisa berbagi kekuatan magisnya. Kekuatan manusia yang tercampur membuatnya lebih mudah untuk mengontrol kekuatan dewa. 'Bunga Raja' ada karena alasan itu."

“Sekarang setelah kamu mengatakannya...”

Saat mendengarkan cerita Freed, aku teringat dengan apa yang dikatakan Delris.

Ternyata itu benar, Delris juga bilang kalau 'Bunga Raja' bisa membuat Freed lebih mudah untuk mengontrol kekuatan magis.

“Tanpa 'Bunga Raja', cepat atau lambat kita akan kehilangan kendali sepenuhnya. Umur Keluarga Kerajaan tanpa pasangan sangat singkat... Mereka mati karena gila akibat dari kekuatan ilahi yang hilang kendali. Orang yang berbahaya seperti itu tidak bisa dianggap sebagai Keluarga Kerajaan, bukan? Itu sebabnya, tanpa menyelesaikan upacara, seseorang tidak diakui sebagai Keluarga Kerajaan secara resmi.”

Setelah mendengar penjelasan Freed barusan, aku teringat dengan hal yang juga dikatakan Delris.

Delris berkata, kalau kamu menghapus 'Bunga Raja', Freed akan mati. Jadi karena itu.

“Bahkan tanpa 'Bunga Raja', dengan tidur bersama seorang wanita, kami bisa memperoleh kekuatan magis untuk sementara dan sampai tingkat tertentu itu bisa menekan kekuatan ilahi agar tidak terkendali. Mungkin untuk memahami metode tersebut secara naluriah, saat kekuatan ilahi meningkat, lib*do juga ikut meningkat secara signifikan. Itulah kenapa hal itu  tidak bisa diatasi sendiri. Jika kekuatan ilahi tidak ditenangkan, begitu pula lib*do. Itulah kenapa m*sturb*si tidak akan berpengaruh... Karena semua hal itu, para pria di Keluarga Kerajaan jadi dianggap sebagai pria bernafsu.”

Membelai pipiku, Freed tersenyum pahit.

“Faktanya, aku sendiri tidak tahu apa obat penyihir bisa berpengaruh pada Keluarga Kerajaan atau tidak. Tapi, hal itu tetap patut untuk dicoba. Jika lib*do bisa ditekan, mungkin aku bisa mengendalikan kekuatan ilahi.”

Setidaknya aku harus mencobanya, katanya sambil menunduk.

“Karena berbagai masalah seperti itu, pada dasarnya para pria Keluarga Kerajaan menikah dengan cepat. Aku terhitung sebagai Keluarga Kerajaan yang sangat terlambat menikah karena aku masih bisa mengendalikan kekuatan ilahi. Tapi seperti yang kukatakan sebelumnya. Pada akhirnya kekuatan ilahi dan lib*doku melebihi kemampuanku, dan karena kehabisan akal, akhirnya, untuk sementara waktu aku mengikuti Pesta Malam.”

Mengingat penampilan spektakuler Freed di Pesta Malam, tanpa sadar aku mengangguk...

“Ada desas-desus bahwa kamu adalah seorang playboy.”

Dan itulah alasanku memilih Freed.

“Mau bagaimana lagi, jika Lidi ingin mengutukku, aku hanya bisa menerimanya... Apapun alasannya, apa yang sudah kulakukan tetap tidak berubah.”

Ketika Freed menyatakannya dengan sangat jelas sambil menatap mataku, aku menggelengkan kepalaku seakan berkata, aku tidak akan melakukan itu.

Aku tidak akan mempermasalahkan ‘kesucian’ ataupun wanita lain yang pernah bersamanya... Jelas tidak.

Sebaliknya, karena dia adalah Putra Mahkota tampan yang berusia 21 tahun, jika aku mendengar omong kosong seperti ini adalah pengalaman pertamanya, jujur aku akan mundur.

Berkat pengalamannya, dia menjadi ahli dalam berhubungan se*s dan pengalaman pertamaku di kehidupan ini menjadi berjalan dengan baik, jadi aku tidak mengeluh.

“Tidak, aku benar-benar tidak keberatan... Ah, tapi itu mengingatkanku pada apa yang dikatakan kakak. Dia bilang Freed tidak benar-benar ‘bermain-main’ di Pesta Malam.”

“Aku mungkin telah melakukan hal seperti itu, tapi aku tidak memiliki kenangan indah tentang wanita.”

Kemuraman terlihat di wajah Freed. Mungkin, itu berkaitan dengan cerita dari masa lalunya.

Tapi, meskipun kebetulan, dia benar-benar mengacau, karena dia berjanji untuk berperilaku baik mulai sekarang, aku tidak akan mengatakan apa-apa.

Setelah diberi tahu bahwa aku mendengarnya dari kakak, Freed bergumam, "Aku ingin tahu apakah itu perbuatan orang itu (Alex)?"

“......Hm?”

“...Aku menyembunyikan identitasku, tapi masalah mengenai aku berpartisipasi dalam Pesta Malam terungkap oleh Ayahanda. Sepertinya Ayahanda menyadari bahwa aku sudah tidak bisa mengendalikan kekuatan ilahi dengan baik. Dan aku berhubungan dengan wanita. Kurasa peresmian mengenai pertunanganku dengan Lidi yang tiba-tiba juga karena Ayahanda. Saat itu aku tidak menyadarinya, tapi sekarang aku mengerti kenapa Ayahanda mendesakku untuk bertunangan dan segera mendapatkan 'Bunga Raja'.”

Sebelum putranya menghancurkan diri sendiri, Raja memilih untuk segera menikahkannya.

Dan tampaknya, ayahku mendapatkan keberuntungan saat Yang Mulia Raja membicarakan mengenai hal itu.

“Apa sekarang kamu sudah baik-baik saja? Umm... Apa kekuatan ilahimu sudah terkendali? Atau..."

Aku hanya bertanya untuk memastikan, Freed tersenyum riang.

“Tidak perlu khawatir. Aku sudah bertemu dengan Lidi. Karena Lidi sudah menerima 'Bunga Raja', kekuatanku lebih stabil dari sebelumnya.”

Dia kembali memelukku dan mencium bagian atas kepalaku.

“Kembali ke cerita. Aku bisa mengontrol kekuatan ilahi berkat kekuatan 'Bunga Raja'. Tidak perlu menekan lib*do yang berlebihan. Itu artinya aku tidak butuh obat ini lagi. Lagi pula, aku sudah memiliki Lidi.”

“Eh? Aku?”

Aku bisa mengerti kalau sekarang dia sudah tidak memerlukan obat ini, tapi aku tidak mengerti kenapa namaku muncul.

Melihatku yang kebingungan, dengan lembut Freed memberitahuku.

“Tidak ada pria yang akan menekan lib*donya dengan wanita tercinta di sisinya, bukan?”

“Eh... Kalau kekuatan ilahi ditekan dan kamu bisa mengendalikannya, bukankah lib*domu akan berkurang?”

Bukankah tadi dia mengatakan itu?

Kupikir begitu, tapi Freed membantahnya dengan wajah tersenyum.

"Apa maksudmu, Lidi? Wajar jika seorang pria ingin ‘memeluk’ wanita tercintanya, itu masalah yang berbeda, bukan? Tentu saja, pengaruh kekuatan ilahi berkurang, tapi fondasinya masih ada? Bukankah sudah jelas."

“......”

...Tunggu sebentar. Coba aku mengingatnya...

Terakhir kali kita ‘berpelukan’, aku sudah memiliki 'Bunga Raja'.

Berdasarkan ceritanya, pada saat itu, Freed tidak sedang dalam pengaruh kekuatan ilahi.

Dengan kata lain, pada akhirnya, bahkan dalam keadaan normalnya, stamina Freed tetap tidak tertanding...

Whoaaa...!!

Seketika aku menjadi pucat.

Melihat ekspresiku, Freed terkikik.

“Karena itu aku bilang, bahkan jika aku ‘memelukmu’ selama tiga hari tiga malam, itu tetap tidak akan cukup. Itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh kekuatan ilahi, itu adalah keinginanku sendiri, Lidi mengerti?”

“Itu... Itu bohong...”

Mengerikan. Saat aku bergumam kaget, Freed berkata dengan wajah serius.

“Aku hanya mencintai Lidi. Aku tidak menginginkan siapa pun kecuali Lidi. Aku bersumpah, aku tidak akan pernah memeluk orang lain, selain Lidi... Jadi, terima saja, ya?”

Mendengar pernyataan yang mengerikan itu, yang Freed ucapkan dengan mata menyipit, aku kehilangan kata-kata.

T/N : Chapter berikutnya akan sedikit R-18, ya...


***

Mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin membaca suatu novel tertentu tapi belum ada yang menerjemahkan novel tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.

Kami bisa menerjemahkan novel yang kalian inginkan tersebut melalui sistem Request Novel!

Jika kalian ingin me-request novel, silakan tulis judul atau beri tautan raw dari novel tersebut DI SINI!

***

Puas dengan hasil terjemahan kami?

Dukung SeiRei Translations dengan,


***


Previous | Table of Contents | Next


***

Apa pendapatmu tentang bab ini?